Kombinasi obat antihipertensi dapat diberikan apabila pasien memenuhi kriteria klinis berikut:
1. **Gagal Monoterapi Optimal:** Tekanan darah pasien tidak mencapai target (umumnya <140/90 mmHg, atau <130/80 mmHg untuk pasien berisiko tinggi seperti diabetes/CKD) setelah penggunaan monoterapi antihipertensi dosis optimal dan durasi yang memadai (umumnya 4-6 minggu).
2. **Hipertensi Derajat 2 atau Lebih Berat:** Pasien dengan tekanan darah awal ≥ 160/100 mmHg (Hipertensi Derajat 2) atau lebih tinggi, seringkali memerlukan inisiasi terapi kombinasi sejak awal untuk mencapai target tekanan darah lebih cepat.
3. **Adanya Komplikasi atau Kondisi Ko-morbid:**
- Pasien dengan komplikasi organ target (misalnya, hipertrofi ventrikel kiri, proteinuri).
- Pasien dengan penyakit penyerta yang memerlukan kontrol tekanan darah yang lebih agresif atau jenis obat tertentu (misalnya, diabetes melitus, penyakit ginjal kronis, riwayat stroke, penyakit jantung koroner).
4. **Terdapat Indikasi Khusus:** Kondisi klinis tertentu yang secara evidence-based menunjukkan keuntungan dari terapi kombinasi sejak awal (misalnya, pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi).