1. **Pendidikan & Psikoedukasi:**
- Jelaskan tentang penyakit, prognosis, dan pentingnya kepatuhan terapi.
- Anjurkan perubahan gaya hidup: olahraga teratur, tidur cukup, hindari kafein/alkohol.
2. **Terapi Non-Farmakologis (Lini Pertama):**
- **Psikoterapi:** Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah terapi pilihan utama.
- **Relaksasi:** Latihan pernapasan, meditasi, mindfulness.
3. **Terapi Farmakologis:**
- **Lini Pertama: SSRI atau SNRI**
- **Sertraline:** Mulai 25-50 mg/hari, titrasi tiap 1-2 minggu, dosis maksimal 200 mg/hari.
- **Escitalopram:** Mulai 5-10 mg/hari, titrasi hingga 20 mg/hari.
- **Duloxetine:** Mulai 30 mg/hari, dapat ditingkatkan hingga 60 mg/hari.
- **Kontraindikasi:** Riwayat alergi, penggunaan bersamaan dengan MAOI, gangguan hati berat.
- **Lini Kedua:**
- **Benzodiazepin** (hanya untuk jangka pendek, maksimal 2-4 minggu, bila ansietas berat/akut):
- **Alprazolam:** 0,25-0,5 mg 2-3x/hari.
- **Diazepam:** 2-5 mg 2-3x/hari.
- **Kontraindikasi:** Riwayat penyalahgunaan zat, depresi berat, gangguan pernapasan.
- **Buspirone:** 5 mg 2-3x/hari, dapat ditingkatkan hingga 60 mg/hari.
- **Pemantauan efek samping:** Pantau risiko suicidal, efek samping SSRI/SNRI (gangguan GI, insomnia, disfungsi seksual), dan ketergantungan benzodiazepin.
4. **Evaluasi & Tindak Lanjut:**
- Evaluasi respons terapi tiap 2-4 minggu.
- Jika tidak ada perbaikan setelah 8-12 minggu, pertimbangkan rujukan ke psikiater.