Diagnosis Ansietas Menyeluruh (F41.1 menurut PPDGJ-III/ICD-10) ditegakkan berdasarkan kriteria klinis yang konsisten dan persisten.
- **Kriteria Diagnosis (PPDGJ-III):**
- Adanya ketegangan motorik, overaktivitas autonomik, dan kekhawatiran yang berkepanjangan dan mengganggu tentang sejumlah kejadian atau aktivitas (misalnya, kinerja kerja atau sekolah).
- Ketegangan, kekhawatiran, atau gejala fisik terjadi lebih sering daripada tidak, selama minimal **enam bulan**.
- Individu sulit mengendalikan kekhawatirannya.
- Ketegangan, kekhawatiran, atau gejala fisik dikaitkan dengan **tiga (atau lebih)** dari enam gejala berikut (hanya satu gejala yang diperlukan untuk anak-anak):
1. Kegelisahan atau perasaan "di ujung tanduk" (restlessness/feeling keyed up or on edge).
2. Mudah lelah (easily fatigued).
3. Sulit berkonsentrasi atau pikiran kosong (difficulty concentrating or mind going blank).
4. Iritabilitas (irritability).
5. Ketegangan otot (muscle tension).
6. Gangguan tidur (kesulitan tidur atau tetap tidur, atau tidur yang tidak pulas dan tidak menyegarkan) (sleep disturbance).
- Fokus ketegangan atau kekhawatiran tidak terbatas pada fitur gangguan Axis I lain (misalnya, kekhawatiran atau ketegangan bukan tentang mengalami serangan panik seperti pada gangguan panik, atau penilaian negatif pada fobia sosial, dll.).
- Ketegangan, kekhawatiran, atau gejala fisik menyebabkan penderitaan yang signifikan secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area fungsi penting lainnya.
- Gangguan bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya, obat-obatan terlarang, obat-obatan) atau kondisi medis umum (misalnya, hipertiroidisme).
- **Tanda Klinis dan Gejala Utama:**
- **Gejala Psikologis:** Kekhawatiran berlebihan yang persisten, sulit dikendalikan, perasaan tegang/gelisah, sulit konsentrasi, mudah tersinggung, pikiran kosong, overthinking tentang masa depan, keputusan kecil, atau masalah sehari-hari.
- **Gejala Fisik (Somatik):**
- **Motorik:** Ketegangan otot (leher, bahu, punggung), tremor, gelisah, tangan dingin dan basah.
- **Otonomik:** Jantung berdebar, napas pendek, mulut kering, pusing, mual, diare, sering buang air kecil, keringat dingin, rasa tidak nyaman di epigastrium.
- **Lainnya:** Kelelahan kronis, sakit kepala, gangguan tidur (insomnia inisial/terminal, tidur tidak nyenyak).
- **Pemeriksaan Penunjang (Sesuai Standar Kemenkes RI):**
- **Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik Lengkap:** Wajib dilakukan untuk menyingkirkan penyebab medis lain yang dapat meniru gejala ansietas (misalnya, hipertiroidisme, pheochromocytoma, aritmia jantung, intoksikasi kafein/zat).
- **Pemeriksaan Laboratorium:**
- **Darah Lengkap:** Rutin.
- **Fungsi Tiroid (TSH, fT4):** Penting untuk menyingkirkan hipertiroidisme.
- **Gula Darah Sewaktu:** Untuk menyingkirkan hipoglikemia.
- **Elektrolit Serum:** Jika ada gejala terkait cairan/elektrolit.
- **Urin Rutin & Tes Narkoba (jika dicurigai):** Untuk menyingkirkan penyalahgunaan zat.
- **Tidak ada pemeriksaan radiologi (CT-Scan/MRI kepala) rutin yang diperlukan** kecuali ada indikasi neurologis spesifik yang ditemukan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik (misalnya, nyeri kepala berat, defisit neurologis, kejang).
- **Skala Penilaian (Opsional namun direkomendasikan):** Generalized Anxiety Disorder 7-item scale (GAD-7) atau Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) dapat digunakan untuk menilai keparahan gejala dan memantau respons terapi, bukan sebagai alat diagnostik utama.
- --