1. **Edukasi Pasien:**
- Penjelasan penyakit, tujuan terapi, dan pentingnya kepatuhan.
2. **Terapi Non-Farmakologis:**
- Fisioterapi, latihan sendi, dan modifikasi aktivitas.
3. **Terapi Farmakologis:**
- **Obat Simptomatik:**
- NSAID (misal: natrium diklofenak 2x50 mg/hari, ibuprofen 3x400 mg/hari) untuk nyeri dan inflamasi.
- Kontraindikasi: tukak lambung aktif, gangguan ginjal berat, alergi NSAID.
- PPI (misal: omeprazole 1x20 mg/hari) jika risiko GI tinggi.
- **Kortikosteroid:**
- Prednison 5–10 mg/hari sebagai bridging therapy, dosis diturunkan bertahap.
- Kontraindikasi: infeksi aktif, diabetes tidak terkontrol, osteoporosis berat.
- **DMARDs (Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs) – Lini Pertama:**
- **Metotreksat:** 7,5–15 mg/minggu, dapat ditingkatkan hingga 25 mg/minggu sesuai respons, diberikan bersama asam folat 1x5 mg/minggu.
- Kontraindikasi: kehamilan, gangguan hati/ ginjal berat, infeksi aktif.
- **Leflunomide** atau **Sulfasalazine** sebagai alternatif jika intoleransi metotreksat.
- **DMARDs Lini Kedua:**
- Hidroksiklorokuin 200–400 mg/hari (bila tidak responsif/tidak toleran terhadap metotreksat).
- Kombinasi DMARDs jika monoterapi gagal.
- **Biologik (anti-TNF, dll):**
- Hanya pada kasus refrakter, harus atas indikasi dan evaluasi spesialis reumatologi.
4. **Monitoring dan Evaluasi:**
- Pemeriksaan darah rutin (fungsi hati, ginjal, darah lengkap) tiap 1–3 bulan pada terapi DMARD.
- Evaluasi klinis dan radiologi berkala.