1. **Penilaian Awal:**
- Tentukan derajat asma: intermiten, persisten ringan, sedang, berat.
- Identifikasi faktor pencetus dan edukasi pasien.
2. **Terapi Farmakologis:**
- **Lini Pertama (Controller):**
- **Inhaled Corticosteroids (ICS):**
- Budesonide 200-400 mcg/hari atau Fluticasone 100-250 mcg/hari (dewasa, dosis rendah).
- Anak: dosis lebih rendah, sesuai berat badan.
- **Titrasi:**
- Evaluasi respons tiap 2-4 minggu, naikkan dosis jika kontrol tidak tercapai.
- **Lini Kedua (Add-on):**
- **Long Acting Beta-2 Agonist (LABA):**
- Salmeterol 50 mcg 2x/hari atau Formoterol 12 mcg 2x/hari, selalu dikombinasi dengan ICS.
- **Leukotriene Receptor Antagonist (LTRA):**
- Montelukast 10 mg/hari (dewasa), 5 mg/hari (anak).
- **Reliever (Obat Pereda):**
- **Short Acting Beta-2 Agonist (SABA):**
- Salbutamol inhalasi 100-200 mcg sesuai kebutuhan.
- **Kontraindikasi:**
- LABA tidak boleh digunakan tanpa ICS.
- ICS hati-hati pada pasien dengan infeksi jamur/parasit aktif.
- SABA hati-hati pada pasien dengan gangguan jantung berat.
3. **Terapi Non-Farmakologis:**
- Edukasi penggunaan inhaler yang benar.
- Hindari faktor pencetus.
- Rencana aksi asma tertulis.
4. **Tindak Lanjut:**
- Evaluasi kontrol asma tiap 1-3 bulan.
- Turunkan dosis ICS jika kontrol baik selama ≥ 3 bulan.