|Konsensus.id
Kembali ke Pencarian
Pedoman PPK Kemenkes

Panduan Praktik Klinis & Alur BPJS: Demam Tifoid

Pedoman tata laksana medis, kriteria diagnosis penunjang, dan compliance checklist kelengkapan klaim BPJS Kesehatan di Indonesia.

Core Diagnostic Triggers

  • **Kriteria Diagnosis Klinis:**
  • Demam lebih dari 7 hari, biasanya naik perlahan, dapat disertai pola demam remiten.
  • Gejala gastrointestinal: nyeri perut, mual, muntah, konstipasi atau diare.
  • Gejala lain: sakit kepala, malaise, anoreksia, lidah kotor, bradikardi relatif (fenomena Faget), hepatosplenomegali.
  • Pada kasus berat: delirium, penurunan kesadaran, perdarahan saluran cerna.
  • **Pemeriksaan Penunjang:**
  • **Laboratorium:**
  • Darah lengkap: leukopenia, limfositosis relatif, trombositopenia ringan.
  • SGOT/SGPT: dapat meningkat ringan.
  • Uji serologis: Widal (positif jika titer O ≥1:320 dan/atau H ≥1:320, namun sensitivitas dan spesifisitas rendah).
  • Uji Tubex TF atau Typhidot (jika tersedia).
  • Kultur darah: gold standard, positif pada minggu pertama (sensitivitas 40-80%).
  • Kultur sumsum tulang (jika kasus berat/komplikasi).
  • Kultur tinja/urin: dapat positif pada minggu kedua/ketiga.
  • **Radiologi:** Tidak rutin, kecuali ada komplikasi (misal: perforasi usus → foto polos abdomen).

Standard Treatment Workflow

1. **Penilaian Derajat Berat:**

  • Tifoid ringan/sedang: tanpa komplikasi, sadar penuh.
  • Tifoid berat: ada komplikasi (perdarahan/perforasi usus, penurunan kesadaran, syok).

2. **Terapi Antibiotik Lini Pertama (tanpa komplikasi):**

  • **Kloramfenikol**: 50-100 mg/kgBB/hari, dibagi 4 dosis, selama 10-14 hari.
  • Kontraindikasi: hipersensitivitas, gangguan sumsum tulang.
  • **Amoksisilin**: 75-100 mg/kgBB/hari, dibagi 3 dosis, selama 10-14 hari.
  • Kontraindikasi: alergi penisilin.
  • **Kotrimoksazol**: 8-10 mg/kgBB/hari (trimetoprim), 40-50 mg/kgBB/hari (sulfametoksazol), dibagi 2 dosis, selama 10-14 hari.
  • Kontraindikasi: alergi sulfa, gangguan ginjal berat.

3. **Terapi Antibiotik Lini Kedua (resisten/komplikasi):**

  • **Seftriakson**: 50-75 mg/kgBB/hari IV, 1-2 kali sehari, selama 10-14 hari.
  • Kontraindikasi: alergi sefalosporin.
  • **Fluorokuinolon (dewasa)**: Ciprofloxacin 15 mg/kgBB/hari, dibagi 2 dosis, selama 7-10 hari.
  • Kontraindikasi: anak <18 tahun, kehamilan, laktasi.

4. **Terapi Simptomatik dan Supportif:**

  • Antipiretik: parasetamol.
  • Cairan: sesuai kebutuhan hidrasi.
  • Diet: makanan lunak, tinggi kalori-protein.
  • Observasi tanda vital dan komplikasi.

5. **Rawat Inap Jika:**

  • Tifoid berat/komplikasi.
  • Tidak bisa minum/muntah terus-menerus.
  • Tidak responsif terhadap terapi oral.

BPJS Compliance Checklist

  • **Kriteria Klaim BPJS:**
  • Diagnosis ditegakkan oleh dokter berdasarkan kriteria klinis dan didukung hasil laboratorium (minimal darah lengkap, uji Widal/Tubex, atau kultur bila tersedia).
  • Formulir klaim dilengkapi hasil pemeriksaan penunjang (minimal 1 uji serologis atau kultur).
  • Terapi antibiotik sesuai Formularium Nasional (Fornas): kloramfenikol, amoksisilin, kotrimoksazol, seftriakson, ciprofloxacin.
  • Obat diberikan sesuai dosis dan durasi standar, tidak melebihi batas maksimal Fornas.
  • Jika menggunakan antibiotik lini kedua (sefalosporin/fluorokuinolon), wajib ada dokumentasi kegagalan/resistensi lini pertama atau indikasi komplikasi.
  • Rujukan ke RS wajib jika:
  • Kasus berat/komplikasi.
  • Tidak responsif terapi oral di faskes primer.
  • Rujukan harus disertai resume medis, hasil penunjang, dan alasan rujukan.
  • Klaim rawat inap harus ada indikasi medis jelas (komplikasi, gagal terapi oral, dehidrasi berat).
  • Dokumen klaim wajib ditandatangani dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), dan jika rawat inap, oleh dokter spesialis penyakit dalam/anak.
  • Pembatasan jumlah antibiotik dan lama rawat sesuai standar BPJS (maksimal 14 hari terapi antibiotik).
  • Tidak boleh klaim antibiotik non-Fornas tanpa justifikasi medis dan persetujuan komite medik.
  • *Catatan:** Selalu update dengan regulasi BPJS terbaru dan Fornas yang berlaku.