Untuk mendiagnosis Demam Tifoid secara tepat, perhatikan kriteria berikut:
- **1. Anamnesis:**
- **Demam:** Pola demam yang khas adalah demam naik turun (step-ladder pattern) pada minggu pertama, lalu demam tinggi persisten (kontinu) pada minggu kedua, terutama sore dan malam hari, bisa mencapai 39-40°C.
- **Gejala Non-spesifik:** Malaise, nyeri kepala, nyeri otot (mialgia), anoreksia (tidak nafsu makan), mual, kadang muntah.
- **Gangguan Saluran Cerna:** Konstipasi pada awal penyakit, dapat beralih ke diare pada fase lanjut, atau diare terus-menerus. Distensi abdomen (perut kembung).
- **Riwayat Epidemiologi:** Riwayat bepergian ke daerah endemik, konsumsi makanan atau minuman yang tidak terjamin kebersihannya, kontak dengan penderita demam tifoid.
- **2. Pemeriksaan Fisik:**
- **Demam:** Seperti yang dijelaskan di atas.
- **Bradikardia Relatif:** Nadi yang relatif lambat dibandingkan dengan suhu tubuh yang tinggi (misal: suhu 39°C tetapi nadi <90x/menit).
- **Lidah Tifoid:** Lidah tertutup selaput putih tebal di bagian tengah dan pangkal, tepi dan ujung kemerahan, serta tremor.
- **Hepatomegali dan/atau Splenomegali:** Pembesaran hati dan/atau limpa, teraba nyeri tekan ringan.
- **Distensi Abdomen:** Perut tampak kembung.
- **Roseola:** Ruam makulopapular kemerahan berukuran 2-4 mm yang hilang dengan penekanan, muncul pada dada atau perut, jarang ditemukan pada pasien di Indonesia.
- **Penurunan Kesadaran:** Pada kasus berat atau dengan komplikasi ensefalopati.
- **3. Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium):**
- **A. Konfirmasi Diagnosis (Gold Standard):**
- **Kultur Darah untuk *Salmonella Typhi*:** Merupakan pemeriksaan paling akurat untuk diagnosis demam tifoid. Sensitivitas tertinggi pada minggu pertama sakit. Hasil positif memastikan diagnosis.
- **Kultur Sumsum Tulang:** Sensitivitas lebih tinggi, terutama pada pasien yang sudah mendapat antibiotik sebelumnya, namun invasif.
- **B. Pemeriksaan Suportif (Bukan Diagnostik Definitif):**
- **Darah Lengkap:**
- **Leukopenia atau jumlah leukosit normal:** Sering ditemukan limfositosis relatif.
- **Anemia ringan:** Bisa terjadi.
- **Trombositopenia ringan:** Dapat ditemukan.
- **Widal Test:**
- **PENTING:** Tes Widal **TIDAK DIREKOMENDASIKAN** sebagai alat diagnostik utama atau tunggal karena sensitivitas dan spesifisitas yang rendah, serta banyaknya kejadian *false positive* (reaksi silang, vaksinasi) dan *false negative*.
- **Jika dilakukan:** Kenaikan titer aglutinin O 4x lipat dalam 1-2 minggu atau titer O tunggal >1/320 (tergantung daerah endemik) *dapat* mendukung diagnosis, **TETAPI HARUS DIINTERPRETASI DENGAN SANGAT HATI-HATI BERSAMA GAMBARAN KLINIS YANG KUAT DAN KULTUR DARAH**. Titer H tidak memiliki nilai diagnostik yang signifikan.
- **Tes Imunologis Cepat (misal: Tubex TF, IgM Anti-Salmonella):** Deteksi antibodi IgM terhadap antigen *Salmonella Typhi*. Lebih cepat dan spesifik daripada Widal, dapat membantu diagnosis dini, namun ketersediaan bervariasi.
- **Fungsi Hati:** SGOT dan SGPT dapat sedikit meningkat.
- **Kultur Feses:** Dapat digunakan untuk mendeteksi karier tifoid setelah sembuh dari penyakit akut, tidak untuk diagnosis akut.
- **Urinalisis:** Dapat ditemukan proteinuria ringan.
- --