Diagnosis Diabetes Melitus ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis, tanda klinis, gejala utama, dan pemeriksaan penunjang sebagai berikut:
- *A. Kriteria Diagnosis (PERKENI 2023):**
Salah satu dari kriteria berikut dapat digunakan untuk mendiagnosis DM, dengan penekanan pada konfirmasi ulang kecuali jika gejala klasik DM sangat jelas dan kadar glukosa sangat tinggi:
1. **Glukosa Plasma Puasa (GPP):** ≥ 126 mg/dL (7.0 mmol/L). Puasa didefinisikan tidak ada asupan kalori minimal 8 jam.
2. **Glukosa Plasma 2 Jam Setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO):** ≥ 200 mg/dL (11.1 mmol/L) dengan beban glukosa 75 gram.
3. **Glukosa Plasma Sewaktu (GPS):** ≥ 200 mg/dL (11.1 mmol/L) dengan gejala klasik DM.
4. **HbA1c:** ≥ 6.5% (48 mmol/mol). Pemeriksaan dilakukan di laboratorium terstandardisasi metode National Glycohemoglobin Standardization Program (NGSP).
- **Catatan:**
- Jika hasil pemeriksaan GPP, GPS, atau TTGO tidak memenuhi kriteria DM tetapi berada di antara normal dan DM, maka dikategorikan sebagai prediabetes (Toleransi Glukosa Terganggu/TGT atau Glukosa Darah Puasa Terganggu/GDPT).
- Jika tidak ada gejala klasik DM, diagnosis DM harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan ulang pada hari yang berbeda, menggunakan metode yang sama atau berbeda (misal, GPP ulang atau HbA1c ulang).
- *B. Tanda Klinis dan Gejala Utama:**
- **Gejala klasik DM:**
- Poliuria (sering buang air kecil)
- Polidipsia (sering haus)
- Polifagia (sering lapar)
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- **Gejala tidak klasik DM (sering menyertai):**
- Kelelahan kronis
- Kesemutan (parestesia) pada tangan dan kaki
- Pandangan kabur
- Luka yang sulit sembuh
- Infeksi berulang (misalnya kandidiasis, infeksi saluran kemih, furunkulosis)
- Disungsi ereksi pada pria
- Pruritus (gatal-gatal)
- *C. Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium, Radiologi):**
1. **Pemeriksaan Wajib (untuk diagnosis):**
- Glukosa Plasma Puasa (GPP)
- Glukosa Plasma Sewaktu (GPS)
- Glukosa Plasma 2 Jam Post-TTGO (jika GPP indeterminate atau untuk skrining prediabetes)
- HbA1c
2. **Pemeriksaan Rutin (untuk evaluasi komplikasi, faktor risiko, dan tatalaksana):**
- **Profil Lipid:** Kolesterol total, LDL, HDL, Trigliserida (penting untuk manajemen risiko kardiovaskular).
- **Fungsi Ginjal:** Kreatinin serum, eLFG (estimated Glomerular Filtration Rate), Albuminuria (mikroalbuminuria atau rasio albumin-kreatinin urin).
- **Fungsi Hati:** SGOT, SGPT (jika dicurigai ada perlemakan hati atau efek samping obat).
- **Elektrolit:** Na, K (jika ada kondisi khusus atau komplikasi).
- **Elektrokardiogram (EKG):** Untuk skrining penyakit jantung koroner (PJK) atau evaluasi risiko kardiovaskular.
- **Funduskopi:** Pemeriksaan retina untuk deteksi retinopati diabetik.
- **Pemeriksaan Neuropati:** Monofilamen 10g (untuk kaki), refleks tendon, sensasi vibrasi.
- **Tekanan Darah:** Rutin setiap kunjungan.
- --