|Konsensus.id
Kembali ke Pencarian
Pedoman PPK Kemenkes

Panduan Praktik Klinis & Alur BPJS: Diabetes Melitus

Pedoman tata laksana medis, kriteria diagnosis penunjang, dan compliance checklist kelengkapan klaim BPJS Kesehatan di Indonesia.

Core Diagnostic Triggers

  • **Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus (DM) menurut Kemenkes RI:**
  • **Gejala klasik DM:** poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • **Diagnosis ditegakkan bila memenuhi salah satu dari:**

1. **Gula Darah Sewaktu (GDS) ≥ 200 mg/dL** disertai gejala klasik DM.

2. **Gula Darah Puasa (GDP) ≥ 126 mg/dL** (puasa minimal 8 jam).

3. **Gula Darah 2 jam post prandial/TTGO ≥ 200 mg/dL** (setelah 75 gram glukosa oral).

4. **HbA1c ≥ 6,5%.**

  • **Pemeriksaan harus diulang pada hari berbeda jika tanpa gejala klasik.**
  • **Pemeriksaan Penunjang Wajib:**
  • **Laboratorium:**
  • GDP, GDS, TTGO (jika diperlukan), HbA1c.
  • Fungsi ginjal: ureum, kreatinin.
  • Profil lipid: kolesterol total, LDL, HDL, trigliserida.
  • Urinalisis: mikroalbuminuria (untuk deteksi dini nefropati diabetik).
  • **Pemeriksaan Fisik:**
  • Berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah.
  • Pemeriksaan kaki (neuropati, ulkus).
  • **Pemeriksaan lain (bila ada indikasi):**
  • EKG, funduskopi (retinopati diabetik).
  • --

Standard Treatment Workflow

1. **Edukasi Awal & Modifikasi Gaya Hidup**

  • Diet sesuai kebutuhan kalori, rendah gula sederhana, tinggi serat.
  • Aktivitas fisik: minimal 150 menit/minggu (misal: jalan cepat 30 menit/hari, 5 hari/minggu).
  • Edukasi pengenalan dan penanganan hipoglikemia.

2. **Terapi Obat Lini Pertama**

  • **Metformin** (kecuali kontraindikasi: GFR <30 ml/menit, gagal ginjal, gagal hati, asidosis laktat, alkoholisme berat):
  • Dosis awal: 500 mg 1-2x/hari, tingkatkan bertahap tiap 1-2 minggu sesuai toleransi, maksimal 2000 mg/hari.
  • Efek samping: gangguan GI, asidosis laktat (jarang).
  • **Jika kontraindikasi atau intoleransi metformin:**
  • **Sulfonilurea** (misal: glibenklamid, gliklazid, glimepirid):
  • Dosis awal glimepirid: 1-2 mg/hari, titrasi sesuai respons, maksimal 8 mg/hari.
  • Efek samping: hipoglikemia, kenaikan berat badan.

3. **Evaluasi 2-3 bulan**

  • Jika target glikemik (HbA1c <7%) belum tercapai:
  • Kombinasi metformin + sulfonilurea.
  • Atau pertimbangkan golongan lain (DPP-4 inhibitor, SGLT2 inhibitor, agonis GLP-1) sesuai ketersediaan dan kondisi pasien.

4. **Terapi Lini Kedua/Tambahan**

  • **Insulin**: jika gagal dengan 2 OHO, HbA1c >9%, atau ada gejala hiperglikemia berat/ketoasidosis.
  • Dosis awal: 0,2-0,3 IU/kgBB/hari, titrasi sesuai glukosa darah.
  • Jenis: basal, premix, atau kombinasi sesuai kebutuhan.
  • **Kontraindikasi insulin:** hipoglikemia berat tanpa penyebab jelas, alergi insulin.

5. **Terapi Komorbid**

  • Hipertensi: ACE inhibitor/ARB, CCB, diuretik.
  • Dislipidemia: statin.
  • Pencegahan komplikasi: aspirin (jika ada indikasi kardiovaskular).
  • --

BPJS Compliance Checklist

  • **Kriteria Klaim BPJS untuk DM:**
  • **Diagnosis ditegakkan sesuai kriteria Kemenkes RI** (GDP, GDS, TTGO, HbA1c).
  • **Dokumentasi lengkap di rekam medis:** gejala, hasil lab, rencana terapi, edukasi.
  • **Obat lini pertama (Metformin, Sulfonilurea) dapat diresepkan di Faskes Tingkat 1** (Puskesmas, Klinik, Dokter Praktek Mandiri).
  • **Obat lini kedua (DPP-4 inhibitor, SGLT2 inhibitor, insulin analog, dll) hanya dapat diresepkan di Faskes Rujukan (RS Tipe C/B/A) oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam.**
  • **Syarat rujukan ke Spesialis:**
  • Gagal kontrol dengan 2 OHO maksimal dosis.
  • Komplikasi akut/kronis (nefropati, retinopati, neuropati, ulkus diabetikum).
  • Kehamilan, anak, atau DM tipe 1.
  • **Pembatasan kuantitas obat:**
  • Obat oral: maksimal 30 hari/kunjungan.
  • Insulin: sesuai kebutuhan, biasanya 1 bulan.
  • **Formulir rujukan dan resume medis harus lengkap, ditandatangani dokter penanggung jawab.**
  • **Pemeriksaan penunjang (HbA1c, profil lipid, fungsi ginjal) dapat diklaim sesuai indikasi dan frekuensi yang direkomendasikan (HbA1c tiap 3-6 bulan).**
  • **Dokumentasi edukasi dan tindak lanjut wajib dicatat di rekam medis.**
  • **Tata laksana komplikasi (misal: ulkus diabetikum) harus sesuai algoritma BPJS dan dapat memerlukan rujukan multidisiplin.**
  • *Catatan:** Selalu update dengan Panduan Praktik Klinis (PPK) Kemenkes RI dan Formularium Nasional (Fornas) terbaru untuk memastikan kepatuhan klaim BPJS.