Gagal Ginjal Kronis (GGK) didefinisikan sebagai abnormalitas struktur atau fungsi ginjal, yang berlangsung lebih dari 3 bulan, dengan implikasi kesehatan.
- *Kriteria Diagnosis (sesuai Kemenkes RI dan KDIGO):**
Salah satu atau kedua kondisi berikut harus ada selama >3 bulan:
1. **Penanda Kerusakan Ginjal (satu atau lebih):**
- **Albuminuria:** Rasio Albumin Kreatinin Urin (RACU) ≥30 mg/g (atau ≥3 mg/mmol) atau Albuminuria ≥30 mg/24 jam.
- **Sedimen Urin Abnormal:** Adanya eritrosit, leukosit, atau silinder dalam urin secara persisten.
- **Gangguan Elektrolit atau Abnormalitas Lainnya:** Akibat kelainan tubulus ginjal (misalnya, asidosis tubulus ginjal).
- **Abnormalitas Histologis:** Terdeteksi melalui biopsi ginjal.
- **Abnormalitas Struktural:** Terdeteksi melalui pencitraan (misalnya, ginjal polikistik, hidronefrosis, ginjal mengecil).
- **Riwayat Transplantasi Ginjal.**
2. **Laju Filtrasi Glomerulus (LFG/GFR) <60 mL/min/1.73 m²:** Dengan atau tanpa penanda kerusakan ginjal. LFG dihitung menggunakan rumus CKD-EPI (Chronic Kidney Disease Epidemiology Collaboration) atau Cockcroft-Gault.
- *Tanda Klinis dan Gejala Utama (tergantung stadium GGK):**
- **Stadium Awal (GFR ≥60 mL/min):** Sering asimtomatik. Mungkin hanya ditemukan proteinuria atau hematuria mikroskopik.
- **Stadium Lanjut (GFR <60 mL/min):**
- **Umum:** Kelelahan, malaise, mudah lelah, kelemahan.
- **Gastrointestinal:** Mual, muntah, anoreksia, perubahan rasa (rasa logam di mulut).
- **Kulit:** Pruritus (gatal), kulit kering, hiperpigmentasi.
- **Neurologis:** Kram otot, restless leg syndrome, kebingungan, gangguan tidur, kejang (pada uremia berat).
- **Kardiovaskular:** Hipertensi (seringkali sulit dikontrol), edema (periorbital, tungkai, sakral), sesak napas (akibat kelebihan cairan, anemia, asidosis metabolik), kardiomegali.
- **Hematologi:** Pucat (akibat anemia).
- **Tulang:** Nyeri tulang, fraktur patologis (akibat gangguan mineral dan tulang).
- **Urin:** Perubahan pola berkemih (nokturia di awal, oliguria/anuria di akhir).
- *Pemeriksaan Penunjang Wajib:**
1. **Laboratorium:**
- **Kreatinin Serum:** Untuk perhitungan LFG (GFR).
- **Ureum Darah:** Indikator produk limbah nitrogen.
- **Urinalisis Lengkap:** Deteksi proteinuria, hematuria, leukosituria, silinder.
- **Rasio Albumin Kreatinin Urin (RACU) atau Rasio Protein Kreatinin Urin (RPCU) atau Protein Urin 24 Jam:** Untuk kuantifikasi albuminuria/proteinuria.
- **Darah Lengkap:** Evaluasi anemia (Hb, Ht, indeks eritrosit).
- **Elektrolit Serum:** Natrium, Kalium, Klorida, Kalsium, Fosfat, Magnesium.
- **Gula Darah (Puasa/Sewaktu/HbA1c):** Untuk skrining atau evaluasi Diabetes Mellitus sebagai etiologi.
- **Profil Lipid:** Kolesterol total, LDL, HDL, Trigliserida.
- **Asam Urat:** Sering meningkat pada GGK.
- **Parathyroid Hormone (PTH) Intact:** Evaluasi gangguan mineral dan tulang.
- **Gas Darah Analisa (GDA):** Deteksi asidosis metabolik.
- **Serologi Virus Hepatitis B (HBsAg), Hepatitis C (Anti-HCV), HIV (Anti-HIV):** Skrining pra-dialisis atau transplantasi.
2. **Radiologi:**
- **USG Ginjal dan Saluran Kemih:** Wajib untuk menilai ukuran ginjal, ketebalan korteks, ada tidaknya hidronefrosis, kista, batu, atau massa. Penting untuk identifikasi etiologi dan prognosis.
- **Foto Thorax:** Evaluasi kardiomegali, edema paru, atau efusi pleura pada kondisi kelebihan cairan.
- **Elektrokardiogram (EKG):** Evaluasi hipertrofi ventrikel kiri (LVH) dan aritmia (terutama hiperkalemia).
- --