|Konsensus.id
Kembali ke Pencarian
Pedoman PPK Kemenkes

Panduan Praktik Klinis & Alur BPJS: Gagal Ginjal Kronis

Pedoman tata laksana medis, kriteria diagnosis penunjang, dan compliance checklist kelengkapan klaim BPJS Kesehatan di Indonesia.

Core Diagnostic Triggers

  • **Definisi:**

Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah penurunan fungsi ginjal yang berlangsung ≥3 bulan, ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG/GFR) <60 mL/min/1,73 m² dan/atau adanya kerusakan ginjal (proteinuria, hematuria, kelainan struktur ginjal).

  • **Kriteria Diagnosis:**
  • LFG/GFR <60 mL/min/1,73 m² selama ≥3 bulan, dengan atau tanpa kerusakan ginjal
  • Adanya kerusakan ginjal selama ≥3 bulan, ditandai oleh:
  • Albuminuria/proteinuria persisten
  • Kelainan sedimen urin (misal: hematuria mikroskopik)
  • Kelainan struktur ginjal (USG: ginjal kecil, kista, dll.)
  • Riwayat transplantasi ginjal
  • **Gejala Klinis Utama:**
  • Edema (periorbital, tungkai)
  • Anemia (lemas, pucat)
  • Hipertensi
  • Mual, muntah, anoreksia
  • Gatal, kulit kering
  • Gangguan tidur, penurunan kesadaran (stadium lanjut)
  • **Pemeriksaan Penunjang Wajib:**
  • **Laboratorium:**
  • Serum kreatinin, ureum
  • Laju filtrasi glomerulus (eGFR, rumus CKD-EPI/MDRD)
  • Urinalisis lengkap (proteinuria, hematuria)
  • Albumin/kreatinin rasio urin (ACR)
  • Elektrolit (Na, K, Ca, P)
  • Hb, LED, albumin serum
  • **Radiologi:**
  • USG ginjal (ukuran, struktur, kista, obstruksi)
  • **Lain-lain:**
  • EKG (untuk deteksi gangguan elektrolit/aritmia)
  • Foto toraks (bila dicurigai edema paru)
  • --

Standard Treatment Workflow

1. **Identifikasi & Tata Laksana Penyebab Dasar**

  • Kontrol tekanan darah, gula darah, dan faktor risiko lain.
  • Hentikan obat nefrotoksik (NSAID, aminoglikosida, kontras).

2. **Terapi Obat Lini Pertama**

  • **Hipertensi:**
  • ACE inhibitor (misal: Captopril 12,5-25 mg 2-3x/hari) atau ARB (misal: Losartan 50-100 mg/hari), titrasi perlahan.
  • Kontraindikasi: hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral, kehamilan.
  • **Diuretik:**
  • Furosemid 20-80 mg/hari, titrasi sesuai respons dan status cairan.
  • Kontraindikasi: dehidrasi, alergi sulfa.
  • **Anemia:**
  • Suplemen Fe oral (Ferrous sulfate 200 mg 1-3x/hari).
  • Erythropoietin (EPO) bila Hb <10 g/dL dan tidak responsif Fe, dosis awal 50-100 IU/kg 1-3x/minggu s.c/i.v.
  • Kontraindikasi: hipertensi tidak terkontrol, hipersensitivitas.
  • **Gangguan Mineral:**
  • Kalsium karbonat 500-1000 mg 2-3x/hari (sebagai pengikat fosfat).
  • Vitamin D aktif (Calcitriol 0,25-0,5 mcg/hari) bila hipokalsemia.
  • Kontraindikasi: hiperkalsemia.

3. **Terapi Lini Kedua**

  • **Hiperkalemia:**
  • Resins penukar ion (Kayexalate), terapi cairan, insulin-glukosa, dialisis jika berat.
  • **Asidosis metabolik:**
  • Natrium bikarbonat oral 500-1000 mg 2-3x/hari.
  • **Dialisis:**
  • Indikasi: GFR <10 mL/min/1,73 m², gagal terapi konservatif, atau komplikasi berat (hiperkalemia, asidosis, overload cairan, uremia berat).

4. **Monitoring & Edukasi**

  • Evaluasi rutin fungsi ginjal, elektrolit, tekanan darah, status cairan, dan kepatuhan terapi.
  • Edukasi diet rendah protein, garam, dan cairan sesuai stadium.
  • --

BPJS Compliance Checklist

  • **Kriteria Kelayakan Klaim:**
  • Diagnosis GGK ditegakkan oleh dokter spesialis penyakit dalam (internis) dengan dokumentasi lengkap (anamnesis, pemeriksaan fisik, hasil lab, USG ginjal).
  • **Rujukan:**
  • Pasien harus dirujuk dari Faskes Tingkat I (Puskesmas/klinik) ke Faskes Tingkat II (RS tipe C/B/A) sesuai sistem rujukan berjenjang BPJS.
  • Surat rujukan aktif dan sesuai diagnosis.
  • **Obat-obatan:**
  • Obat yang diresepkan harus sesuai Formularium Nasional (FORNAS) BPJS (misal: Captopril, Furosemid, Fe, EPO, Kalsium karbonat).
  • Pembatasan jumlah obat sesuai FORNAS dan kebutuhan terapi (misal: EPO hanya untuk anemia GGK dengan Hb <10 g/dL).
  • Resep EPO dan vitamin D aktif harus disetujui dan ditandatangani dokter spesialis.
  • **Tindakan Dialisis:**
  • Indikasi dialisis harus jelas dan didokumentasikan (GFR <10, overload cairan, hiperkalemia, dll.).
  • Prosedur dialisis harus dilakukan di RS yang bekerja sama dengan BPJS dan oleh tenaga medis kompeten.
  • Klaim dialisis harus dilengkapi dengan catatan medis, hasil lab, dan persetujuan pasien.
  • **Dokumentasi:**
  • Semua pemeriksaan penunjang (lab, USG) dan tindakan harus terdokumentasi lengkap di rekam medis.
  • Formulir klaim BPJS harus diisi lengkap dan ditandatangani dokter spesialis.
  • Kode ICD-10 yang digunakan: N18.x (sesuai stadium GGK).
  • **Kontrol dan Monitoring:**
  • Jadwal kontrol dan monitoring harus tercantum jelas di rekam medis untuk justifikasi terapi berkelanjutan.
  • Edukasi pasien dan keluarga terdokumentasi.
  • *Catatan:**

Klaim dapat ditolak jika tidak ada rujukan berjenjang, diagnosis tidak ditegakkan oleh spesialis, atau obat/tindakan di luar FORNAS dan indikasi medis.