Gastroenteritis akut adalah peradangan pada lambung dan usus yang ditandai dengan diare mendadak (perubahan konsistensi menjadi cair atau lunak, lebih dari 3 kali dalam 24 jam) yang dapat disertai muntah, nyeri perut, dan demam, berlangsung kurang dari 14 hari.
- *Kriteria Diagnosis dan Gejala Utama:**
1. **Diare Akut:** Buang air besar dengan konsistensi cair atau lembek, frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam, dan onset mendadak, berlangsung kurang dari 14 hari.
2. **Muntah:** Sering menyertai, bisa mendahului diare, terutama pada kasus viral.
3. **Nyeri Perut/Kram Perut:** Nyeri tumpul atau kram di daerah perut.
4. **Demam:** Dapat menyertai, terutama pada infeksi bakteri atau virus tertentu.
5. **Tanda Dehidrasi:** Sangat penting untuk dinilai, terutama pada bayi dan anak-anak.
- **Tanpa Dehidrasi:** Tidak ada tanda dehidrasi.
- **Dehidrasi Ringan-Sedang (WHO):**
- Rewel/gelisah atau letargis (pada anak).
- Mata cekung.
- Air mata tidak ada.
- Mulut/lidah kering.
- Turgor kulit kembali lambat (<2 detik).
- Akral dingin, nadi cepat.
- Ubun-ubun cekung (pada bayi).
- **Dehidrasi Berat (WHO):**
- Letargis atau tidak sadar.
- Mata sangat cekung.
- Tidak ada air mata.
- Mulut/lidah sangat kering.
- Turgor kulit kembali sangat lambat (>2 detik).
- Nadi sangat cepat dan lemah, akral dingin, sianosis.
- Tidak bisa minum atau minum sangat sedikit.
- *Pemeriksaan Penunjang (Sesuai Standar Kemenkes RI):**
Pemeriksaan penunjang umumnya tidak diperlukan untuk kasus gastroenteritis akut tanpa komplikasi yang ringan-sedang.
1. **Pemeriksaan Laboratorium Darah (Darah Lengkap, Elektrolit, Fungsi Ginjal):**
- **Indikasi:** Diare berat dengan dehidrasi berat, diare persisten (>7 hari), diare dengan demam tinggi persisten, diare dengan tanda toksik sistemik, gangguan elektrolit yang dicurigai, gagal ginjal akut, pasien immunocompromised.
2. **Pemeriksaan Tinja (Stool Examination):**
- **Indikasi:**
- Diare berdarah (disentri) atau bercampur lendir.
- Diare persisten (>7 hari) atau kronis.
- Diare dengan demam tinggi.
- Kecurigaan infeksi parasit (misalnya Giardiasis, Amoebiasis) pada diare persisten.
- Kecurigaan wabah.
- Pasien immunocompromised.
- **Pemeriksaan:**
- **Makroskopis:** Warna, konsistensi, lendir, darah.
- **Mikroskopis:** Leukosit, eritrosit, parasit (trofozoit/kista), telur cacing.
- **Kultur Tinja:** Untuk identifikasi bakteri patogen (misalnya *Salmonella, Shigella, Campylobacter, Vibrio cholerae*).
3. **Pemeriksaan Radiologi:**
- **Tidak rutin dilakukan.** Hanya dipertimbangkan jika ada kecurigaan komplikasi lain (misalnya perforasi, ileus) atau kondisi bedah akut (misalnya apendisitis akut, intususepsi pada anak).