1. **Terapi Non-Farmakologis (Edukasi & Modifikasi Gaya Hidup):**
- Penurunan berat badan jika overweight/obesitas.
- Menghindari makanan/minuman pemicu (kopi, alkohol, coklat, makanan berlemak, pedas, asam).
- Tidak berbaring segera setelah makan (tunggu minimal 2-3 jam).
- Meninggikan kepala tempat tidur ±15-20 cm.
- Berhenti merokok.
2. **Terapi Farmakologis:**
- **Lini Pertama: Proton Pump Inhibitor (PPI)**
- Omeprazole 20 mg 1x sehari sebelum makan pagi, selama 4-8 minggu.
- Alternatif: Lansoprazole 30 mg 1x sehari, Esomeprazole 20 mg 1x sehari.
- Evaluasi respons setelah 4-8 minggu.
- **Lini Kedua:**
- Jika tidak respons, titrasi dosis PPI menjadi 2x sehari (pagi & malam).
- Jika tetap tidak respons, pertimbangkan H2 Blocker (Ranitidine 150 mg 2x sehari) atau kombinasi dengan antasida.
- **Obat Simptomatik:**
- Antasida (Aluminium hidroksida/magnesium hidroksida) untuk gejala ringan/intermiten.
- **Kontraindikasi:**
- PPI: Hipersensitivitas, penggunaan bersamaan dengan rilpivirine.
- H2 Blocker: Riwayat hipersensitivitas, gangguan ginjal berat (dosis harus disesuaikan).
3. **Tata Laksana Lanjutan:**
- Jika gagal terapi optimal atau terdapat komplikasi (esofagitis berat, striktur, Barrett’s esophagus), rujuk ke spesialis gastroenterologi untuk evaluasi lanjutan (endoskopi, pH-metri, manometri).