1. **Penilaian Indikasi Terapi:**
- ALT > 2x normal dan/atau
- HBV DNA > 20.000 IU/mL (HBeAg positif) atau > 2.000 IU/mL (HBeAg negatif) dan/atau
- Tanda sirosis kompensata/dekompensata.
- Fibrosis sedang-berat (APRI > 1,5 atau FIB-4 > 3,25).
2. **Obat Lini Pertama:**
- **Tenofovir disoproxil fumarate (TDF) 300 mg sekali sehari.**
- Kontraindikasi: gangguan ginjal berat (eGFR < 50 ml/menit), osteoporosis berat.
- **Entecavir 0,5 mg sekali sehari.**
- Jika ada resistensi lamivudin: dosis 1 mg sekali sehari.
- Kontraindikasi: kehamilan, gagal ginjal berat (dosis disesuaikan).
3. **Obat Lini Kedua (jika intoleransi/kontraindikasi lini pertama):**
- **Lamivudin 100 mg sekali sehari.**
- Risiko resistensi tinggi, hanya jika tidak tersedia pilihan lain.
- **Adefovir dipivoxil 10 mg sekali sehari.**
- Kurang direkomendasikan karena potensi nefrotoksisitas.
4. **Titrasi & Monitoring:**
- Evaluasi fungsi ginjal (ureum, kreatinin) sebelum dan selama terapi (setiap 3-6 bulan).
- Monitor ALT, HBV DNA, HBeAg/Anti-HBe setiap 3-6 bulan.
- Evaluasi efek samping obat (nefrotoksisitas, laktasidemia).
- Terapi diberikan jangka panjang, minimal 1 tahun setelah serokonversi HBeAg atau sampai HBsAg hilang.
5. **Kontraindikasi Umum:**
- Kehamilan (kecuali TDF, yang aman pada kehamilan).
- Gagal ginjal berat (dosis disesuaikan atau ganti obat).
- Riwayat alergi berat terhadap obat terkait.