|Konsensus.id
Kembali ke Pencarian
Pedoman PPK Kemenkes

Panduan Praktik Klinis & Alur BPJS: Infark Miokard Akut

Pedoman tata laksana medis, kriteria diagnosis penunjang, dan compliance checklist kelengkapan klaim BPJS Kesehatan di Indonesia.

Core Diagnostic Triggers

  • **Gejala Utama:**
  • Nyeri dada khas (nyeri dada retrosternal, menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, menetap >20 menit, tidak membaik dengan istirahat).
  • Gejala penyerta: sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, pusing, palpitasi, sinkop.
  • **Tanda Klinis:**
  • Takikardia atau bradikardia.
  • Hipotensi atau hipertensi.
  • Tanda gagal jantung akut (edema paru, ronki basah, distensi vena jugularis).
  • **Pemeriksaan Penunjang Wajib:**
  • **Elektrokardiogram (EKG) 12 sadapan:** ST elevasi ≥1 mm di dua sadapan bersebelahan (STEMI), atau depresi ST/T inversi (NSTEMI/Unstable Angina).
  • **Enzim jantung:** Troponin I/T (peningkatan signifikan), CK-MB (peningkatan >2x normal).
  • **Darah rutin:** Hb, leukosit, trombosit.
  • **Fungsi ginjal & elektrolit:** Ureum, kreatinin, Na, K.
  • **Foto toraks:** Untuk menyingkirkan penyebab lain nyeri dada dan menilai edema paru.
  • **Gula darah sewaktu:** Untuk skrining diabetes dan prognosis.

Standard Treatment Workflow

1. **Penatalaksanaan Awal (MONA):**

  • **Morfina:** 2-4 mg IV, dapat diulang tiap 5-15 menit jika nyeri berat (kontraindikasi: depresi napas, hipotensi).
  • **Oksigen:** 2-4 L/menit via nasal cannula jika saturasi <90% atau tanda gagal napas.
  • **Nitrat:** Nitroglycerin sublingual 0,4 mg tiap 5 menit, maksimal 3 dosis (kontraindikasi: hipotensi, penggunaan sildenafil dalam 24 jam).
  • **Aspirin:** 160-325 mg kunyah, loading dose, lanjut 80-160 mg/hari.

2. **Antiplatelet & Antikoagulan:**

  • **Clopidogrel:** 300-600 mg loading, lanjut 75 mg/hari (kontraindikasi: perdarahan aktif).
  • **Heparin:** UFH 60 IU/kg bolus IV, lanjut 12 IU/kg/jam infus (monitor aPTT); atau Enoxaparin 1 mg/kg SC tiap 12 jam.

3. **Reperfusi (STEMI):**

  • **Fibrinolitik:** Alteplase, Tenecteplase, atau Streptokinase (jika PCI tidak tersedia dalam 120 menit).
  • **Primary PCI:** Segera jika tersedia (gold standard).

4. **Obat Lain:**

  • **Beta-blocker:** Metoprolol 25-50 mg oral tiap 12 jam, titrasi sesuai toleransi (kontraindikasi: bradikardia, asma, gagal jantung akut).
  • **ACE inhibitor:** Captopril 6,25 mg, titrasi hingga 25-50 mg tiap 8 jam (kontraindikasi: hipotensi, gagal ginjal berat).
  • **Statin:** Atorvastatin 40-80 mg/hari atau Simvastatin 20-40 mg/hari.

5. **Monitoring & Evaluasi:**

  • EKG serial, monitor vital sign, enzim jantung ulang 6-12 jam.
  • Observasi komplikasi: aritmia, syok kardiogenik, gagal jantung.

BPJS Compliance Checklist

  • **Syarat Administratif:**
  • Surat rujukan dari Faskes 1 (kecuali kasus gawat darurat, dapat langsung ke IGD RS).
  • Diagnosa dan tindakan medis ditulis lengkap sesuai ICD-10 (I21.x).
  • Resume medis dan rekam medis lengkap, ditandatangani dokter spesialis jantung/penyakit dalam.
  • **Pembatasan Obat & Tindakan:**
  • Penggunaan fibrinolitik, antiplatelet, antikoagulan, statin, beta-blocker, ACE inhibitor sesuai formularium nasional (FORNAS).
  • Dosis dan durasi obat sesuai panduan nasional dan FORNAS.
  • Tindakan PCI/angiografi harus dilakukan di RS yang memiliki fasilitas dan terakreditasi BPJS untuk layanan kardiovaskular.
  • **Dokumentasi Penunjang:**
  • Hasil EKG, enzim jantung, dan pemeriksaan penunjang lain wajib dilampirkan.
  • Bukti tindakan reperfusi (fibrinolitik/PCI) dan monitoring komplikasi.
  • Catatan terapi lanjutan dan edukasi pasien.
  • **Persetujuan Tindakan:**
  • Informed consent untuk tindakan invasif (PCI, fibrinolitik) wajib ada.
  • **Verifikasi Klaim:**
  • Semua berkas harus diverifikasi dan ditandatangani dokter spesialis jantung/penyakit dalam.
  • Klaim dapat ditolak jika diagnosis, terapi, atau dokumentasi tidak lengkap atau tidak sesuai standar BPJS/Kemenkes RI.