|Konsensus.id
Kembali ke Pencarian
Pedoman PPK Kemenkes

Panduan Praktik Klinis & Alur BPJS: Infeksi Saluran Kemih

Pedoman tata laksana medis, kriteria diagnosis penunjang, dan compliance checklist kelengkapan klaim BPJS Kesehatan di Indonesia.

Core Diagnostic Triggers

  • **Definisi:** Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada salah satu bagian saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih, uretra).
  • **Gejala Utama:**
  • Disuria (nyeri saat berkemih)
  • Frekuensi dan urgensi berkemih meningkat
  • Nyeri suprapubik
  • Hematuria (darah dalam urin)
  • Urin keruh atau berbau menyengat
  • Pada ISK atas (pielonefritis): demam, nyeri pinggang, mual/muntah
  • **Pemeriksaan Fisik:**
  • Nyeri tekan suprapubik (sistitis)
  • Nyeri ketok pinggang (pielonefritis)
  • **Pemeriksaan Penunjang:**
  • **Urinalisis:** Leukosituria, piuria, bakteriuria, nitrit positif
  • **Urine kultur:** Gold standard, >10^5 CFU/mL bakteri patogen
  • **Darah lengkap:** Leukositosis pada ISK berat/komplikasi
  • **USG ginjal/urogenital:** Jika dicurigai obstruksi, batu, atau ISK rekuren
  • **Diagnosis Banding:** Vaginitis, uretritis, prostatitis, batu saluran kemih

Standard Treatment Workflow

1. **Penilaian Awal:**

  • Tentukan ISK bawah (sistitis) atau ISK atas (pielonefritis)
  • Identifikasi faktor risiko komplikasi (kehamilan, diabetes, kelainan anatomi, ISK rekuren)

2. **Terapi Empiris Lini Pertama (Sistitis Akut Tidak Komplikasi):**

  • Nitrofurantoin 2 x 100 mg/hari selama 5 hari (kontraindikasi: gangguan ginjal berat)
  • Fosfomisin trometamol 1 x 3 g dosis tunggal (jika tersedia)
  • Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) 2 x 160/800 mg/hari selama 3 hari (jika sensitivitas bakteri terkonfirmasi)
  • Amoksisilin-klavulanat 3 x 625 mg/hari selama 5-7 hari (alternatif)

3. **Terapi Lini Kedua / Komplikasi / Pielonefritis:**

  • Ciprofloxacin 2 x 500 mg/hari selama 7 hari (kontraindikasi: kehamilan, anak-anak)
  • Levofloxacin 1 x 500 mg/hari selama 7 hari
  • Cefixime 2 x 200 mg/hari selama 7-10 hari
  • Jika berat/sepsis: Ceftriaxone IV 1-2 g/hari

4. **Titrasi dan Evaluasi:**

  • Evaluasi klinis 48-72 jam; jika tidak membaik, lakukan kultur urin dan sesuaikan antibiotik
  • Pada kehamilan: Pilih beta-laktam (amoksisilin, cefuroxime), hindari fluorokuinolon dan TMP-SMX

5. **Kontraindikasi:**

  • Nitrofurantoin: gagal ginjal berat, trimester akhir kehamilan
  • Fluorokuinolon: kehamilan, anak-anak
  • TMP-SMX: trimester awal dan akhir kehamilan, alergi sulfa

BPJS Compliance Checklist

  • **Kriteria Klaim:**
  • Diagnosis ISK harus didukung oleh gejala klinis dan hasil urinalisis (minimal leukosituria/piuria)
  • Dokumentasi pemeriksaan fisik dan penunjang wajib lengkap di rekam medis
  • **Syarat Rujukan:**
  • ISK tidak komplikasi dapat ditangani di Faskes Tingkat I (Puskesmas/klinik)
  • Rujukan ke spesialis urologi/penyakit dalam jika: ISK rekuren, ISK komplikasi (pielonefritis, sepsis), gagal terapi, kelainan anatomi, atau pasien dengan komorbid berat
  • **Pembatasan Obat:**
  • Antibiotik lini pertama (nitrofurantoin, amoksisilin-klavulanat, TMP-SMX) dapat diresepkan di Faskes I sesuai Formularium Nasional (Fornas)
  • Antibiotik injeksi (ceftriaxone) dan fluorokuinolon oral hanya untuk kasus rujukan/komplikasi di Faskes II/RS
  • Fosfomisin trometamol terbatas pada RS tertentu dan harus sesuai indikasi
  • **Dokumentasi:**
  • Resep dan rekam medis harus mencantumkan diagnosis, hasil urinalisis, dan alasan pemilihan antibiotik
  • Untuk klaim rawat inap: lampirkan hasil kultur urin (jika dilakukan), hasil penunjang lain, dan resume medis
  • Surat rujukan harus sesuai format BPJS dan ditandatangani dokter penanggung jawab
  • **Tanda Tangan:**
  • Untuk kasus rawat jalan cukup dokter umum di Faskes I
  • Untuk kasus rawat inap/rujukan wajib ditandatangani dokter spesialis terkait (urologi/penyakit dalam)
  • *Catatan:** Selalu periksa update terbaru Fornas dan regulasi BPJS terkait tata laksana ISK.