Diagnosis Infeksi Saluran Kemih (ISK) didasarkan pada kombinasi gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
- *1. Kriteria Diagnosis & Gejala Utama:**
- **ISK Bawah (Sistitis/Uretritis):**
- **Gejala:** Disuria (nyeri saat berkemih), frekuensi (sering berkemih), urgensi (dorongan kuat untuk berkemih), nyeri suprapubik (di atas tulang kemaluan), kadang hematuria (darah dalam urin). Demam umumnya tidak ada atau ringan.
- **Pemeriksaan Fisik:** Nyeri tekan suprapubik.
- **ISK Atas (Pielonefritis):**
- **Gejala:** Demam (sering tinggi, menggigil), nyeri pinggang (flank pain) atau nyeri sudut kostovertebra (CVA tenderness), mual, muntah, malaise. Dapat disertai gejala ISK bawah.
- **Pemeriksaan Fisik:** Nyeri ketok CVA (+), tanda-tanda sepsis (takikardia, hipotensi) pada kasus berat.
- **Bakteriuria Asimtomatik (BA):**
- Kehadiran bakteri dalam urin tanpa gejala klinis ISK. Penting untuk disaring dan ditangani pada populasi tertentu (misalnya, wanita hamil, sebelum prosedur urologi).
- **ISK Komplikasi:**
- ISK pada pria, wanita hamil, pasien dengan kelainan anatomis/fungsional saluran kemih (misalnya batu, obstruksi, kateter menetap), pasien imunokompromais, atau ISK berulang.
- *2. Pemeriksaan Penunjang:**
- **Urinalisis (Dipstick & Mikroskopik):**
- **Tes Dipstick:** Positif Leukocyte Esterase (LE) dan/atau Nitrit (sangat sugestif tetapi tidak diagnostik tunggal).
- **Mikroskopik:**
- **Puuria:** >5-10 sel leukosit/lapang pandang besar (LPB).
- **Hematuria:** Ditemukan eritrosit.
- **Bakteriuria:** Ditemukan bakteri.
- **Kultur Urin dan Uji Sensitivitas (Gold Standard):**
- **Indikasi:**
- Semua kasus Pielonefritis.
- Semua kasus ISK Komplikasi (termasuk ISK pada pria, wanita hamil).
- ISK berulang.
- ISK yang tidak membaik dengan terapi empiris.
- Bakteriuria asimtomatik pada wanita hamil.
- **Hasil Positif:**
- Wanita dengan gejala sistitis: ≥ 10^3 CFU/mL dari uropatogen tunggal.
- Pria dengan gejala sistitis: ≥ 10^3 CFU/mL dari uropatogen tunggal.
- Wanita asimtomatik/ISK uncomplicated: ≥ 10^5 CFU/mL dari uropatogen tunggal.
- Spesimen dari kateter: ≥ 10^2 CFU/mL dari uropatogen tunggal.
- Aspirasi suprapubik: Pertumbuhan bakteri apapun.
- Mengidentifikasi organisme penyebab dan pola sensitivitas antibiotik, sangat penting untuk panduan terapi definitif.
- **Pemeriksaan Darah (untuk Pielonefritis, ISK Komplikasi, atau dugaan Sepsis):**
- **Darah Lengkap (CBC):** Leukositosis dengan shift to the left.
- **CRP/LED:** Meningkat.
- **Fungsi Ginjal (BUN, Kreatinin):** Untuk menilai keterlibatan ginjal.
- **Kultur Darah:** Jika dicurigai urosepsis (demam tinggi, menggigil, hipotensi).
- **Pencitraan (untuk ISK komplikasi, ISK berulang, pielonefritis, atau dugaan kelainan anatomi/obstruksi):**
- **USG Ginjal dan Kandung Kemih:** Untuk menyingkirkan obstruksi, abses, batu, atau anomali kongenital. Umumnya menjadi pilihan pertama.
- **CT Scan atau MRI:** Jika USG inkonklusif atau kecurigaan tinggi terhadap abses/obstruksi kompleks, atau untuk evaluasi lebih lanjut.
- **Pielografi Intravena (IVP) atau Voiding Cystourethrogram (VCUG):** Jarang digunakan sebagai lini pertama, namun dapat diindikasikan pada kasus pediatrik tertentu atau ISK berulang dengan kecurigaan refluks vesikoureter.