Diagnosis Kandidiasis Vaginalis ditegakkan berdasarkan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Sesuai standar Kemenkes RI, poin-poin penting adalah:
- *1. Gejala Utama (Anamnesis):**
- **Gatal hebat pada vulva dan vagina:** Merupakan gejala paling dominan.
- **Keputihan (leukorea):** Kental, putih, menggumpal, seperti keju cottage atau susu pecah, tidak berbau busuk.
- **Rasa terbakar atau perih:** Pada vulva atau vagina, terutama saat buang air kecil (disuria) atau setelah berhubungan seksual (dispareunia).
- **Kemerahan dan pembengkakan:** Pada vulva.
- *2. Tanda Klinis (Pemeriksaan Fisik - Inspeksi dan Spekulum):**
- **Vulva dan Vagina:** Tampak eritema (kemerahan), edema (pembengkakan), dan kadang disertai fisura atau ekskoriasi akibat garukan.
- **Keputihan:** Tampak plak putih kental, menggumpal, yang melekat pada dinding vagina dan serviks. Plak ini dapat dikerok.
- *3. Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium):**
- **Pemeriksaan Mikroskopis Sediaan Basah (Wet Mount) dengan KOH 10%:**
- Pengambilan sampel: Sekret vagina diambil dari forniks posterior atau dinding lateral vagina.
- Pewarnaan: Satu tetes sekret dicampur dengan satu tetes larutan KOH 10% di atas objek glass, ditutup dengan cover glass, dan dipanaskan sebentar (jangan sampai mendidih), lalu diamati di bawah mikroskop.
- Hasil positif: Ditemukannya hifa, pseudohifa (benang semu), dan/atau spora jamur (blastospora). Ini adalah pemeriksaan diagnostik utama.
- **Pengukuran pH Vagina:**
- Normal: pH vagina pada kandidiasis vaginalis biasanya **kurang dari atau sama dengan 4.5**. Ini membedakannya dari Vaginosis Bakterial (pH > 4.5) atau Trikomoniasis (pH > 4.5).
- **Kultur Jamur (Opsional, Indikasi Khusus):**
- Dilakukan jika diagnosis sulit ditegakkan, kasus rekuren, atau tidak responsif terhadap terapi empiris. Kultur dapat mengidentifikasi spesies Candida (misalnya *C. albicans*, *C. glabrata*, *C. tropicalis*) dan uji sensitivitas antijamur.
- --