1. **Penilaian Awal:**
- Tentukan derajat keparahan (ringan, sedang, berat)
- Identifikasi faktor risiko (usia <2 tahun, imunosupresi, riwayat OMA berulang)
2. **Terapi Simptomatik:**
- Analgesik: Paracetamol 10–15 mg/kgBB/dosis tiap 4–6 jam atau Ibuprofen 5–10 mg/kgBB/dosis tiap 6–8 jam
3. **Antibiotik Lini Pertama:**
- **Amoksisilin** 80–90 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis, selama 7–10 hari
- Dewasa: 500 mg tiap 8 jam
- Indikasi antibiotik: usia <2 tahun, OMA berat, otore, atau tidak membaik dalam 48–72 jam
- **Kontraindikasi:** Alergi penisilin
4. **Antibiotik Lini Kedua:**
- Jika tidak respons dalam 48–72 jam atau alergi penisilin:
- **Amoksisilin-klavulanat** 80–90 mg/kgBB/hari (amoksisilin) + 6,4 mg/kgBB/hari (klavulanat), dibagi 2 dosis
- **Cefuroxime axetil** 30 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis
- **Azitromisin** 10 mg/kgBB/hari pada hari pertama, lalu 5 mg/kgBB/hari pada hari ke-2 sampai ke-5 (untuk alergi berat)
5. **Tindak Lanjut:**
- Evaluasi ulang dalam 48–72 jam
- Jika membaik, lanjutkan terapi hingga selesai
- Jika tidak membaik, pertimbangkan rujukan ke spesialis THT
6. **Terapi Tambahan:**
- Dekongestan dan antihistamin tidak direkomendasikan secara rutin
- Tetes telinga antibiotik/topikal hanya jika ada otore dengan perforasi membran timpani
7. **Komplikasi:**
- Jika ditemukan komplikasi (mastoiditis, abses, meningitis), segera rujuk ke spesialis THT