1. **Edukasi & Modifikasi Faktor Risiko:**
- Hentikan paparan asap rokok/polusi.
- Edukasi penggunaan inhaler yang benar.
- Imunisasi influenza & pneumokokus.
2. **Farmakoterapi:**
- **Lini Pertama (Stabil):**
- **Bronkodilator kerja panjang (LABA/LAMA):**
- Salmeterol 50 mcg inhalasi 2x/hari ATAU Formoterol 12 mcg inhalasi 2x/hari.
- Tiotropium 18 mcg inhalasi 1x/hari.
- **Bronkodilator kerja pendek (SABA/SAMA):**
- Salbutamol 100-200 mcg inhalasi bila perlu (maks 4x/hari).
- **Lini Kedua (Jika gejala berat/eksaserbasi):**
- Kombinasi LABA + LAMA atau LABA + ICS (misal: Salmeterol/Flutikason 50/500 mcg 2x/hari).
- Theophylline retard 200-400 mg 2x/hari (hati-hati efek samping).
- **Eksaserbasi Akut:**
- SABA nebulisasi/inhalasi tiap 4-6 jam.
- Kortikosteroid oral: Prednison 40 mg/hari selama 5-7 hari.
- Antibiotik jika ada tanda infeksi (dahak purulen, demam): Amoksisilin 500 mg 3x/hari atau sesuai hasil kultur.
- **Kontraindikasi:**
- ICS: Hindari pada pasien dengan riwayat pneumonia berulang.
- Theophylline: Hindari pada pasien dengan gangguan jantung berat, epilepsi, atau gangguan hati berat.
3. **Terapi Non-Farmakologis:**
- Rehabilitasi paru.
- Terapi oksigen (jika saturasi <88%).
- Rujuk ke spesialis paru jika gagal terapi lini pertama/kedua atau komplikasi.