Diagnosis Pneumonia Komunitas (Community-Acquired Pneumonia/CAP) didasarkan pada kombinasi gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
- *1. Kriteria Diagnosis (Tanda dan Gejala Utama):**
- **Anamnesis:**
- Batuk (dengan atau tanpa sputum) yang onsetnya akut atau subakut.
- Demam (suhu >38°C) atau riwayat demam.
- Sesak napas (dispnea) atau napas cepat (takipnea).
- Nyeri dada pleuritik (nyeri saat menarik napas dalam).
- Kadang disertai menggigil, mual, muntah, diare, nyeri kepala, atau mialgia.
- **Pemeriksaan Fisik:**
- **Tanda Vital:** Takipnea (frekuensi napas >24x/menit), takikardia (>100x/menit), demam (>38°C) atau hipotermia (<36°C pada pasien lanjut usia atau berat), hipotensi.
- **Inspeksi:** Dapat ditemukan penggunaan otot bantu napas, retraksi interkostal.
- **Palpasi:** Fremitus taktil meningkat pada area konsolidasi.
- **Perkusi:** Pekak pada area konsolidasi.
- **Auskultasi:** Ronki basah halus (krepitasi) pada inspirasi, suara napas bronkial, egofoni, atau penurunan suara napas pada efusi pleura.
- *2. Pemeriksaan Penunjang:**
- **Pemeriksaan Laboratorium (Wajib sesuai standar Kemenkes RI untuk kasus sedang-berat atau bila diperlukan):**
- **Darah Lengkap (CBC):** Leukositosis (sering >10.000/µL) dengan dominasi neutrofil, atau leukopenia (<4.000/µL) yang mengindikasikan prognosis buruk.
- **Penanda Inflamasi:** C-Reactive Protein (CRP) atau Procalcitonin (PCT) – elevated, membantu membedakan infeksi bakteri dari viral, dan menilai respons terapi. Tidak wajib rutin untuk kasus ringan.
- **Kultur Darah:** Direkomendasikan untuk pasien CAP berat (rawat inap ICU), pasien dengan faktor risiko tertentu (misal: asplenia), atau pasien gagal terapi empirik.
- **Pewarnaan Gram dan Kultur Sputum:** Direkomendasikan untuk pasien dengan batuk produktif, CAP berat, atau gagal terapi empirik. Kualitas sampel sputum penting (sel epitel <10, sel PMN >25 per lapang pandang).
- **Fungsi Ginjal (Ureum, Kreatinin), Elektrolit, Fungsi Hati (ALT, AST):** Penting untuk menilai komorbiditas dan penyesuaian dosis obat.
- **Pemeriksaan Radiologi (Wajib untuk konfirmasi diagnosis):**
- **Foto Toraks (Chest X-ray / CXR) Posteroanterior (PA) dan Lateral:** Merupakan baku emas untuk konfirmasi diagnosis dan menilai luasnya pneumonia.
- **Gambaran khas:** Infiltrat baru (lobar, segmental, interstisial, atau multifokal), konsolidasi, efusi pleura.
- CXR harus dilakukan pada semua pasien yang dicurigai CAP.
- *3. Penilaian Derajat Keparahan (Severity Assessment):**
- Menggunakan skor **CURB-65** atau **PSI (Pneumonia Severity Index)/PORT**. CURB-65 lebih sering digunakan di layanan primer dan IGD karena kesederhanaannya.
- **C**onfusion (Kebingungan akut baru)
- **U**rea nitrogen (>7 mmol/L atau >20 mg/dL)
- **R**espiratory rate (>30 napas/menit)
- **B**lood pressure (Tekanan darah sistolik <90 mmHg atau diastolik <60 mmHg)
- Usia **65** tahun atau lebih
- **Interpretasi CURB-65:**
- **0-1 poin:** Risiko rendah, rawat jalan.
- **2 poin:** Risiko sedang, pertimbangkan rawat inap jangka pendek atau observasi.
- **≥3 poin:** Risiko tinggi, rawat inap. Jika ≥4 poin, pertimbangkan rawat ICU.