Diagnosis Stroke Iskemik mengacu pada onset mendadak defisit neurologis fokal akibat infark serebral, spinal, atau retina. Kriteria diagnostik dan pemeriksaan penunjang yang wajib dilakukan meliputi:
1. **Definisi dan Kriteria Diagnosis:**
- Timbulnya defisit neurologis fokal (atau global pada kasus tertentu) secara tiba-tiba yang berlangsung lebih dari 24 jam atau menyebabkan kematian, yang disebabkan oleh infark serebral, spinal, atau retina.
- Diagnosis ditegakkan setelah menyingkirkan penyebab lain seperti perdarahan intrakranial, tumor, infeksi, atau gangguan metabolik.
- Waktu onset gejala sangat krusial untuk penentuan terapi reperfusi.
2. **Tanda Klinis dan Gejala Utama (FAST):**
- **F (Face drooping):** Salah satu sisi wajah terlihat lumpuh atau mencong saat diminta tersenyum.
- **A (Arm weakness):** Kelemahan atau mati rasa pada satu lengan, terutama saat diminta mengangkat kedua lengan.
- **S (Speech difficulty):** Kesulitan berbicara (disartria) atau memahami pembicaraan (afasia), atau bicara menjadi cadel.
- **T (Time to call emergency):** Segera cari pertolongan medis jika melihat salah satu tanda di atas.
- **Gejala lain yang mungkin timbul:** Kebas atau mati rasa pada satu sisi tubuh, gangguan penglihatan mendadak pada satu atau kedua mata, pusing berputar hebat (vertigo) disertai mual/muntah/ataksia, sakit kepala hebat mendadak tanpa sebab jelas, penurunan kesadaran.
3. **Pemeriksaan Penunjang Wajib dan Segera:**
- **Pemeriksaan Laboratorium:**
- **Darah Lengkap:** Hitung sel darah merah, sel darah putih, trombosit.
- **Gula Darah Sewaktu (GDS):** Sangat penting untuk menyingkirkan hipo/hiperglikemia dan sebagai parameter kondisi metabolik.
- **Elektrolit:** Natrium, Kalium, Klorida.
- **Fungsi Ginjal:** Ureum, Kreatinin.
- **Fungsi Hati:** SGOT, SGPT.
- **Profil Lipid:** Kolesterol total, LDL, HDL, Trigliserida (untuk evaluasi faktor risiko jangka panjang).
- **Parameter Koagulasi:** Prothrombin Time (PT), Activated Partial Thromboplastin Time (APTT), INR (terutama jika dipertimbangkan trombolisis atau antikoagulan).
- **Analisis Gas Darah (AGD):** Jika ada gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran.
- **Troponin I/T dan EKG:** Untuk menyingkirkan infark miokard akut atau aritmia sebagai penyebab.
- **Pemeriksaan Radiologi:**
- **CT-Scan Kepala non-kontras (Wajib dan Segera):** Ini adalah pemeriksaan paling penting pada fase akut untuk menyingkirkan perdarahan intrakranial, yang menjadi kontraindikasi mutlak untuk terapi trombolitik. Tanda iskemia dini mungkin belum terlihat jelas pada CT scan dalam 6 jam pertama.
- **MRI Kepala (dengan atau tanpa Difusi):** Lebih sensitif daripada CT-Scan untuk mendeteksi iskemia dini (dalam hitungan menit/jam) dan membedakan antara jaringan otak yang sudah infark dan yang masih viable (penumbra). Namun, ketersediaannya sering terbatas dan waktu pemeriksaan lebih lama.
- **USG Karotis Doppler:** Untuk mendeteksi stenosis atau plak aterosklerotik pada arteri karotis ekstrakranial sebagai sumber emboli atau penyebab stroke.
- **Echocardiography (Transthoracic/Transesophageal):** Untuk mencari sumber kardioemboli (misalnya, fibrilasi atrium, PFO, thrombus mural, vegetasi katup).
- **CT Angiography (CTA) atau MR Angiography (MRA):** Untuk memvisualisasikan oklusi pembuluh darah besar intrakranial atau ekstrakranial jika terapi trombektomi mekanik dipertimbangkan.
- --