1. **Stabilisasi Awal:**
- Jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi (ABC).
- Oksigenasi jika saturasi <94%.
- Koreksi hipoglikemia/hiperglikemia (target glukosa darah 140–180 mg/dL).
- Kontrol tekanan darah: Jangan turunkan tekanan darah kecuali >220/120 mmHg atau ada indikasi lain (misal: trombolisis, gagal jantung, diseksi aorta).
2. **Trombolisis Intravena (IV rTPA/Alteplase):**
- **Indikasi:** Onset gejala <4,5 jam, tidak ada kontraindikasi (misal: perdarahan aktif, riwayat stroke hemoragik, tekanan darah >185/110 mmHg yang tidak dapat dikontrol).
- **Dosis:** 0,9 mg/kgBB (maksimal 90 mg), 10% bolus IV dalam 1 menit, sisanya infus selama 60 menit.
- **Kontraindikasi:** Riwayat perdarahan otak, penggunaan antikoagulan dengan INR >1,7, trombosit <100.000/mm³, stroke berat (NIHSS >25), CT scan menunjukkan infark luas.
3. **Antiplatelet:**
- **Aspirin**: 160–325 mg per oral dalam 24–48 jam pertama (jika tidak diberikan trombolitik, atau 24 jam setelah trombolitik).
- **Clopidogrel**: 75 mg/hari (sebagai alternatif jika alergi aspirin atau pada terapi dual antiplatelet).
- **Dual Antiplatelet (Aspirin + Clopidogrel)**: Pada minor stroke (NIHSS ≤3) selama 21 hari.
- **Kontraindikasi:** Perdarahan aktif, alergi obat.
4. **Antikoagulan:**
- **Hanya pada indikasi khusus** (misal: stroke kardioembolik dengan fibrilasi atrium).
- **Obat:** Warfarin, DOAC (apixaban, rivaroxaban) sesuai indikasi dan fungsi ginjal.
- **Kontraindikasi:** Perdarahan aktif, risiko perdarahan tinggi.
5. **Kontrol Faktor Risiko:**
- **Statin:** Atorvastatin 40–80 mg/hari atau rosuvastatin 20–40 mg/hari.
- **Antihipertensi:** ACE inhibitor, ARB, CCB, atau diuretik sesuai kebutuhan.
- **Kontrol DM:** Insulin atau OAD sesuai kondisi.
6. **Rehabilitasi Dini:** Mobilisasi dan fisioterapi sedini mungkin.
7. **Monitoring Komplikasi:** Edema serebri, pneumonia aspirasi, DVT, infeksi saluran kemih.