1. **Penegakan Diagnosis:**
- Konfirmasi diagnosis dengan BTA/TCM dan/atau radiologi sesuai algoritma Kemenkes RI
2. **Terapi Obat Lini Pertama (Kategori 1):**
- **Fase Intensif (2 bulan):**
- HRZE: Isoniazid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), Etambutol (E)
- Dosis harian (berat badan 30–37 kg: 2 tablet FDC; 38–54 kg: 3 tablet FDC; 55–70 kg: 4 tablet FDC)
- FDC (Fixed Dose Combination) sesuai berat badan
- **Fase Lanjutan (4 bulan):**
- HR: Isoniazid + Rifampisin
- Dosis harian sesuai berat badan (2–4 tablet FDC)
3. **Terapi Obat Lini Kedua (Jika MDR-TB/Resisten):**
- Berdasarkan hasil TCM/tes resistensi
- Kombinasi: Levofloxacin/Moxifloxacin, Bedaquiline, Linezolid, Clofazimine, Cycloserine, dll.
- Regimen individualisasi, konsultasi dengan dokter spesialis paru
4. **Kontraindikasi Obat:**
- **Isoniazid:** Gangguan hati berat
- **Rifampisin:** Gangguan hati berat, interaksi obat (misal: ARV tertentu)
- **Pirazinamid:** Gout aktif, gangguan hati berat
- **Etambutol:** Neuritis optik
- **Obat Lini Kedua:** Sesuaikan dengan profil efek samping dan komorbid
5. **Titrasi dan Monitoring:**
- Evaluasi efek samping tiap kunjungan
- Pemeriksaan fungsi hati, ginjal, dan penglihatan (pada Etambutol)
- Evaluasi klinis dan sputum ulang pada akhir fase intensif dan lanjutan
6. **Konseling dan Edukasi:**
- Pentingnya kepatuhan minum obat
- Edukasi efek samping dan kapan harus kembali ke faskes