|Konsensus.id
Kembali ke Pencarian
Pedoman PPK Kemenkes

Panduan Praktik Klinis & Alur BPJS: Tuberkulosis Paru Anak

Pedoman tata laksana medis, kriteria diagnosis penunjang, dan compliance checklist kelengkapan klaim BPJS Kesehatan di Indonesia.

Core Diagnostic Triggers

  • **Kriteria Diagnosis Klinis:**
  • Anak dengan batuk ≥2 minggu (dapat disertai atau tanpa demam, penurunan berat badan/gagal tumbuh, keringat malam, atau lemas).
  • Riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif (terutama dewasa).
  • Gejala tambahan: demam lama (>2 minggu), nafsu makan menurun, pembesaran kelenjar getah bening, sesak napas, atau napas cepat.
  • **Pemeriksaan Penunjang Wajib:**
  • **Tes Tuberkulin (Mantoux) atau IGRA:** Positif mendukung diagnosis, namun hasil negatif tidak menyingkirkan TB.
  • **Foto Toraks (Rontgen Dada):** Gambaran khas TB anak: infiltrat perihiler, pembesaran kelenjar limfa hilus/mediastinum, atelektasis, atau efusi pleura.
  • **Pemeriksaan Bakteriologis:**
  • Pemeriksaan dahak (bila bisa): BTA mikroskopis, Tes Cepat Molekuler (TCM/Xpert MTB/RIF) pada spesimen dahak, bilasan lambung, atau aspirat nasofaring.
  • Kultur Mycobacterium tuberculosis (jika tersedia).
  • **Pemeriksaan Penunjang Lain:** Darah lengkap, LED, dan pemeriksaan HIV pada kasus tertentu.
  • **Diagnosis ditegakkan berdasarkan kombinasi:**
  • Gejala klinis + riwayat kontak + hasil radiologi + hasil tes tuberkulin/IGRA + hasil bakteriologis (jika ada).
  • --

Standard Treatment Workflow

  • **Obat Lini Pertama (Regimen Kategori 1):**
  • **Fase Intensif (2 bulan):**
  • Isoniazid (H): 10 mg/kgBB/hari (maks 300 mg)
  • Rifampisin (R): 15 mg/kgBB/hari (maks 600 mg)
  • Pirazinamid (Z): 35 mg/kgBB/hari (maks 2000 mg)
  • Etambutol (E): 20 mg/kgBB/hari (maks 1200 mg)
  • Semua diberikan sekali sehari, dosis tunggal, selama 2 bulan.
  • **Fase Lanjutan (4 bulan):**
  • Isoniazid (H): 10 mg/kgBB/hari
  • Rifampisin (R): 15 mg/kgBB/hari
  • Diberikan sekali sehari selama 4 bulan.
  • **Obat Lini Kedua (jika resistensi atau gagal pengobatan):**
  • Konsultasi ke dokter spesialis anak/pulmonologi.
  • Obat lini kedua: Levofloxacin, Amikasin, Ethionamide, Cycloserine, dll (dosis sesuai panduan nasional).
  • Pemantauan efek samping lebih ketat.
  • **Kontraindikasi:**
  • Hati-hati pada gangguan fungsi hati, ginjal, atau alergi terhadap salah satu obat.
  • Etambutol: hati-hati pada anak <5 tahun (risiko neuritis optik).
  • Pirazinamid: kontraindikasi pada gangguan hati berat.
  • **Pemantauan:**
  • Evaluasi klinis dan berat badan tiap bulan.
  • Pemeriksaan fungsi hati (bila ada keluhan).
  • Ulang foto toraks jika tidak ada perbaikan klinis.
  • --

BPJS Compliance Checklist

  • **Syarat Administratif:**
  • Surat rujukan dari Faskes 1 ke RS (kecuali kasus gawat darurat).
  • Diagnosis TB Paru Anak dicantumkan jelas pada resume medis dan SEP.
  • Formulir pengobatan TB (TB 01, TB 03, TB 06) diisi lengkap.
  • **Dokumentasi Medis:**
  • Catatan lengkap gejala, hasil pemeriksaan fisik, dan penunjang (foto toraks, hasil tes tuberkulin/IGRA, hasil TCM/kultur jika ada).
  • Bukti pemberian OAT (Obat Anti Tuberkulosis) sesuai dosis dan regimen nasional.
  • Monitoring efek samping dan evaluasi bulanan tercatat.
  • **Pembatasan Obat:**
  • Obat OAT diberikan sesuai paket FDC (Fixed Dose Combination) yang direkomendasikan Kemenkes/BPJS.
  • Permintaan OAT lini kedua harus disertai hasil resistensi (TCM/kultur) dan rekomendasi dokter spesialis.
  • **Tenaga Medis Penanggung Jawab:**
  • Diagnosis dan terapi TB Paru Anak harus ditandatangani oleh dokter spesialis anak atau dokter yang telah mengikuti pelatihan DOTS TB.
  • **Kriteria Klaim Tidak Ditolak:**
  • Semua dokumen dan hasil pemeriksaan penunjang terlampir.
  • Tidak ada duplikasi klaim TB pada periode yang sama.
  • Rencana tindak lanjut dan edukasi keluarga tercatat.
  • **Catatan Tambahan:**
  • Untuk kasus TB resisten, wajib rujuk ke RS rujukan TB MDR.
  • Klaim rawat inap hanya untuk kasus komplikasi atau gagal terapi yang membutuhkan perawatan intensif.