|Konsensus.id
Kembali ke Pencarian
Pedoman PPK Kemenkes

Panduan Praktik Klinis & Alur BPJS: Varisela

Pedoman tata laksana medis, kriteria diagnosis penunjang, dan compliance checklist kelengkapan klaim BPJS Kesehatan di Indonesia.

Core Diagnostic Triggers

  • **Anamnesis:**
  • Riwayat demam mendadak, biasanya ringan hingga sedang.
  • Keluhan munculnya ruam kulit yang cepat menyebar, disertai rasa gatal.
  • Riwayat kontak dengan penderita varisela dalam 10-21 hari terakhir.
  • **Pemeriksaan Fisik:**
  • Lesi kulit khas: makulopapular, vesikular, pustular, dan krusta dalam satu waktu (“dew drop on a rose petal”).
  • Distribusi sentripetal: lebih banyak di badan, wajah, dan kulit kepala dibanding ekstremitas.
  • Lesi mukosa mulut, konjungtiva, atau genital dapat ditemukan.
  • **Diagnosis Banding:**
  • Herpes zoster, impetigo, dermatitis kontak, ruam akibat obat.
  • **Pemeriksaan Penunjang (dilakukan bila diagnosis klinis meragukan atau pada kasus berat):**
  • Tzanck smear: ditemukan sel multinukleus.
  • PCR atau serologi (IgM/IgG varicella-zoster virus) bila diperlukan.
  • Pemeriksaan darah rutin: leukositosis ringan, limfositosis.
  • Foto toraks bila dicurigai komplikasi pneumonia.

Standard Treatment Workflow

1. **Terapi Simptomatik (Mayoritas Kasus Ringan):**

  • Antipiretik: Paracetamol 10-15 mg/kgBB/dosis tiap 4-6 jam (hindari aspirin).
  • Antihistamin oral: CTM 0,35 mg/kgBB/hari atau cetirizine sesuai usia.
  • Lotion kalamin untuk mengurangi gatal.

2. **Terapi Antiviral (Indikasi: dewasa, imunokompromais, kehamilan, bayi <1 bulan, komplikasi berat):**

  • **Acyclovir oral:** 20 mg/kgBB/dosis, 4 kali sehari selama 5 hari (maksimal 800 mg/dosis).
  • Dewasa: 800 mg, 5 kali sehari selama 7 hari.
  • **Acyclovir IV:** 10 mg/kgBB/dosis tiap 8 jam selama 7-10 hari (untuk kasus berat/komplikasi).
  • **Alternatif:** Valacyclovir atau famciclovir (dewasa).
  • **Kontraindikasi:** Hipersensitivitas terhadap acyclovir/valacyclovir, gangguan ginjal berat (dosis harus disesuaikan).

3. **Terapi Komplikasi:**

  • Antibiotik bila ada infeksi sekunder (sesuaikan dengan kultur/sensitivitas).
  • Rawat inap pada kasus berat, komplikasi, atau pasien risiko tinggi.

4. **Edukasi:**

  • Isolasi pasien hingga semua lesi menjadi krusta.
  • Pencegahan penularan, terutama pada kelompok risiko tinggi.

BPJS Compliance Checklist

  • **Kriteria Klaim:**
  • Diagnosis varisela ditegakkan secara klinis oleh dokter faskes primer atau spesialis.
  • Dokumentasi lengkap: anamnesis, pemeriksaan fisik, dan bila perlu hasil penunjang.
  • Indikasi pemberian antivirus harus jelas dan sesuai panduan (dewasa, imunokompromais, kehamilan, bayi <1 bulan, komplikasi).
  • Penggunaan acyclovir oral/IV harus dicatat dosis, lama pemberian, dan alasan medis.
  • Antibiotik hanya diberikan jika ada infeksi sekunder, didukung oleh catatan medis.
  • Obat-obatan simptomatik (paracetamol, antihistamin, kalamin) sesuai formularium nasional (Fornas).
  • **Rujukan:**
  • Rujukan ke spesialis anak/penyakit dalam/obgyn bila:
  • Pasien dengan komplikasi berat.
  • Pasien risiko tinggi (imunokompromais, kehamilan, bayi <1 bulan).
  • Kegagalan terapi di faskes primer.
  • Surat rujukan harus lengkap, menyebutkan alasan medis dan terapi yang telah diberikan.
  • **Pembatasan Obat:**
  • Acyclovir oral/IV sesuai Fornas, tidak boleh melebihi dosis dan durasi yang direkomendasikan.
  • Antibiotik sesuai indikasi dan Fornas.
  • Obat non-Fornas harus ada justifikasi dan persetujuan khusus.
  • **Dokumentasi:**
  • Semua tindakan, terapi, dan edukasi pasien harus terdokumentasi di rekam medis.
  • Tanda tangan dokter penanggung jawab (umum atau spesialis sesuai kasus).
  • Lampirkan hasil pemeriksaan penunjang jika dilakukan.
  • **Catatan Tambahan:**
  • Klaim BPJS dapat ditolak jika terapi tidak sesuai indikasi, dokumentasi tidak lengkap, atau penggunaan obat melebihi batas Fornas tanpa justifikasi.